Jangan Takut ! Roketkan Hobi Menjadi Bisnis. Lakukan 6 Langkah Jitu Ini untuk Mewujudkannya

 

Sumber Gambar : https://pixabay.com/

Katanya hidup itu harus seimbang. Ada tuntutan dan ada juga hiburan.

Salah satu cara untuk menikmati hiburan setelah melewati rutinitas dan tugas sehari-hari adalah dengan melibatkan diri dalam hobi.

Hobi yang memberikan kebahagiaan harus ditekuni dengan tekad yang kuat. Dalam mengembangkan hobi tersebut, seseorang dapat meluangkan waktu, energi, dan sumber daya finansial. Melalui dedikasi dan latihan yang konsisten, seseorang dapat menguasai hobi mereka, yang pada awalnya hanya sekadar kegiatan menyenangkan, hingga menjadi passion yang mendalam. Bahkan, hobi tersebut dapat menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan. Wah, mantap!

Sumber Gambar : Canva Education, Ilustrator by Yuriz from Getty Image

Bekerja sesuai dengan passion atau apa yang dicintai adalah kunci menuju kebahagiaan dan kesuksesan. Passion mengacu pada rasa cinta dan minat yang kuat terhadap suatu hal yang memotivasi seseorang untuk terus berkembang. Namun, mencari passion tidak selalu mudah dan dapat menyebabkan frustrasi.

Dalam sebuah cerita, seorang penulis awalnya hanya menulis di blog dan membuat cerita pendek. Namun, melalui interaksi dengan pembaca dan penguasaan keterampilan menulis yang terus berkembang, penulis tersebut mulai ditawari pekerjaan di bidang kepenulisan. Akhirnya, yang awalnya hanya hobi, menjadi passion sejati bagi penulis tersebut.

Dari cerita tersebut, dapat disimpulkan perbedaan antara hobi dan passion
Hobi adalah kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan saat waktu luang, bukan pekerjaan utama. Sementara, passion lebih dari sekadar hobi, menjadi sesuatu yang seseorang tidak bisa hidup tanpanya.

Untuk mendapatkan passion, maka pastinya harus mempunyai hobi dulu kan? So, apa sih pentingnya memiliki hobi?  

Hobi Itu Bermanfaat

1. Hobi Memberi Alasan untuk Bisa Rehat Sejenak

Hobi dapat menjadi alasan yang memaksa seseorang untuk beristirahat dari rutinitas harian yang mungkin tidak disukai, tetapi istirahat ini menjadi bermanfaat sebab tetap melakukan hal yang produktif.

2. Hobi Mendorong Munculnya Eustress

Eustress merupakan stres bentuk baik yang bisa memotivasi kita untuk terus melakukan sesuatu. Eustress memberikan rasa puas dan bahagia ketika seseorang berhasil melakukannya.

Sumber Gambar : Canva Education, Design by Oleksandrbedenyuk

3. Hobi Dapat Membuat Diri Terhubung dengan Orang Lain

Meskipun hobi dapat dilakukan sendiri (solo activity). Namun, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan seseorang tetap bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang-orang yang memiliki hobi serupa.

4. Hobi Menambah Kepercayaan Diri

Meskipun mungkin saja butuh waktu untuk bisa mencapai level expert, tetapi hal tersebut justru tidak menyurutkan semangat untuk terus belajar mengasah hobi. Melalui hobi, seseorang dapat menjadi ahli dalam bidang tertentu dan merasa diakui atau dihargai. Hal ini meningkatkan kepercayaan diri dan keyakinan pada diri sendiri.

5. Hobi Bisa Menjadi Salah Satu Alternatif Penghasilan

Hobi bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Ketika seseorang mencapai tingkat keterampilan dan kualitas tertentu, mereka dapat menjual produk atau layanan yang terkait dengan hobi mereka dan mendapatkan penghasilan dari itu.

Sumber Gambar : Canva Education, Design by Wutzkoh

Sisi Negatif dari Bisnis yang Dibangun Berdasarkan Hobi

Seperti halnya hidup, selalu ada sisi negatif dari segala hal. Begitu pun dengan bisnis yang dibangun berdasarkan hobi, kira-kira apa saja sisi negatifnya?

1. Hilangnya Nikmat Hobi Itu Sendiri

Kesenangan dan relaksasi yang diperoleh dari hobi dapat berkurang karena tuntutan bisnis yang harus dipenuhi tanpa memedulikan mood atau semangat saat itu. Seseorang pasti harus tetap memenuhi tanggung jawab sebagai penyedia jasa atau produk bagi klien. No matter what your condition is.
Bisa juga terserang stres dari 2 arah, yaitu dari pekerjaan utama dan bisnis dari hobi tersebut. Begitu mulai terserang stres saat melakukannya, maka saat itu pulalah hobi sudah terasa tidak begitu menyenangkan lagi.

2. Berharap Keseimbangan Hidup? Bye !

Ketika hobi menjadi sumber penghasilan, seseorang mungkin cenderung menghabiskan waktu luang mereka sepenuhnya untuk bisnis tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan pengorbanan terhadap aktivitas lain yang penting seperti bersosialisasi dengan teman-teman atau menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.

Sumber Gambar : Canva Education, Illustrator by Marekuliasz from Getty Image

3. Harus Siap dengan Segala Jenis Tugas

Pada awal merintis bisnis baru, mungkin akan harus merangkap banyak tugas. seperti menjadi marketing, sourcing, akuntan, pengiriman, admin penjualan dan lainnya. Harus siap untuk bekerja keras.

Sekarang, tanyakan pada diri sendiri. Benarkah sudah siap membisniskan hobi? Kalau sudah, mari siapkan analisa dan lakukan 6 langkah jitu agar dapat menghasilkan uang dari hobi.

Persiapkan dan Analisis Sebelum Memulai

Sebelum memulai bisnis berdasarkan hobi, persiapan dan analisis yang matang sangat penting. Tanpa persiapan yang cukup, sulit untuk maju dan mengembangkan bisnis dengan baik. Dengan melakukan persiapan, seseorang dapat mengidentifikasi hambatan dan mengambil langkah-langkah antisipasi. Namun, perlu diingat bahwa risiko tidak bisa sepenuhnya dihindari. Oleh karena itu, penting untuk melakukan persiapan dengan baik sebelum memulai bisnis. Lantas, apa saja persiapan bisnis yang perlu dilakukan? 

Beberapa ahli bisnis bahkan menyarankan pada para pemula untuk melakukan SWOT Analysis dulu sebelum memulai bisnisnya. 

Sumber Gambar : KVR Webtech

1. Strengths (Kekuatan, Kelebihan atau Keunggulan) 

Dalam analisis Strengths, seseorang harus mendeskripsikan hal-hal dari dalam diri yang nantinya akan menjadi keunggulan bisnis. Beberapa hal berikut mungkin bisa membantu Anda dalam menemukan keunggulan, kelebihan dan kekuatan tersebut :

  • Identifikasi keunggulan dan kelebihan yang dimiliki terkait dengan hobi yang akan dijadikan bisnis.
  • Cari tahu keunikan yang dapat membuat bisnis Anda berbeda dari kompetitor.
  • Evaluasi keterampilan yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan daya saing.
  • Tinjau sarana dan prasarana yang sudah ada untuk mendukung bisnis.

2. Weakness (Kelemahan atau Kekurangan) 

Setelah mengetahui semua keunggulan yang dimiliki, maka selanjutnya harus memahami di sebelah mana Anda memiliki kekurangan, Beberapa hal berikut akan cukup membantu :

  • Tinjau area dimana Anda perlu meningkatkan diri.
  • Pertimbangkan keterampilan yang perlu dikembangkan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.
  • Tentukan sumber produk atau jasa yang akan ditawarkan (vendor atau produksi sendiri).
  • Tetapkan batasan dalam menyediakan jasa jika relevan.
  • Pilih metode pelayanan yang sesuai, apakah online atau offline.

3. Opportunities (Peluang dan Kesempatan Perkembangan)

Penting untuk menentukan faktor-faktor yang dapat menguntungkan bisnis baik dari luar diri maupun organisasi bisnis. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan :

  • Identifikasi faktor-faktor eksternal yang dapat mendukung perkembangan bisnis.
  • Tinjau potensi pasar dan pertumbuhan dalam industri yang ditargetkan.
  • Perhatikan tren dan perubahan yang dapat menjadi peluang dalam bisnis.

4. Threats (Ancaman, Hambatan)

Meskipun tidak dapat mencegah munculnya ancaman, dengan mengetahuinya lebih awal, kita dapat membuat rencana cadangan untuk menghadapinya. Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu mengidentifikasi hambatan yang mungkin muncul di masa depan.

  • Siapa kompetitor yang paling potensial dalam bidang bisnis yang sama dengan Anda?
  • Faktor apa yang bisa menimbulkan risiko pada bisnis Anda?
  • Adakah tantangan yang tercipta dari tren bisnis atau perkembangan yang kurang menguntungkan?
  • Apakah akan ada situasi tertentu yang bisa menghambat usaha promosi Anda?
  • Bagaimana dengan penentuan harga? Apakah cukup fluktuatif atau bisa menentukan harga margin dengan leluasa?
  • Bagaimana dengan perilaku konsumen dalam bisnis Anda pada umumnya?
  • Bagaimana pula dengan urusan legalitas, prosedur dan regulasinya?

Skyrocket Your Business

Memulai bisnis itu memang selalu lebih mudah ketimbang mempertahankannya, apalagi melejitkannya. Berikut ini 6 langkah jitu mengubah hobi menjadi bisnis dan meningkatkan order serta penjualannya. 

Apapun bentuk bisnis yang sedang digeluti. Rumusan ini berasal dari seorang pakar merketing sekaligus pebisnis yakni Verner Harnis, silahkan ikuti tahapannya :

Credit : Canva Education Ogichobanov from Getty Image

1. Datangi Klien Langsung

Gunakan strategi jemput bola dengan mendatangi klien secara langsung dan mempromosikan produk atau jasa Anda. Kelemahan direct selling ini kemungkinan akan ada calon klien atau customer yang sedikit terganggu, Jadi, sebelum menawarkan, pastikan mereka mau mendengarkan dan bersedia merelakan waktunya untuk terganggu sebentar.

2. Pasang Harga dengan Pede

Katanya image melekat pada produk yang mempunyai harga tinggi adalah kualitas. Tetap percaya diri dalam menetapkan harga, sesuaikan dengan target pasar dan jangan ragu untuk menetapkan harga yang pantas jika yakin dengan kualitas yang ditawarkan.

3. Buka Banyak Pintu Penjualan

Pemasaran online bisa dengan efektif merangkul semua target pasar yang ada. Manfaatkan media sosial (Facebook, Instagram, Twitter dan lain-lain) serta manfaatkan marketplace, seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Blibli dan sebagainya. Manfaatkan juga jika ada reseller atau agen yang kelihatannya berpotensi untuk menaikkan penjualan dan bisa membuka pasar lebih luas ke kawasan yang berada di luar jangkauan.

4. Servis dan Perhatian Pada Klien

Tidak hanya membanjiri calon customer dengan berbagai bujukan dan promo saja. Feedback dari klien atau pelanggan akan selalu berharga untuk penyedia jasa. Tempatkan diri tidak hanya sebagai penjual atau penyedia, melainkan juga sebagai pendengar curhat para pelanggan. Tak hanya komplain, bisa saja mereka malah memberi ide brilian untuk mengembangkan bisnis ke depannya.

5. Bergabung Bersama Komunitas yang Berkaitan dengan Hobi

Bergabunglah dengan komunitas hobi yang sejenis untuk mendapatkan dukungan, ilmu, dan potensi pasar yang lebih luas. Jika ada masalah, bisa dengan mudah menghubungi rekan yang lebih senior. Selain itu komunitas juga bisa menjadi target pasar selanjutnya.

Percayalah, komunitas benar-benar bisa menjadi support system yang baik.

6. Datangi Event, Seminar, Bazar, Pameran yang Berkaitan dengan Hobi

Mengikutsertakan diri dengan acara-acara tersebut dapat membuat Anda update tren dan juga networking, di satu sisi inilah kesempatan Anda untuk mengenali kompetitor maupun mereka yang berpotensi untuk diajak kerjasama.

Bagaimana, serukan memiliki hobi itu? Jangan takut untuk memulainya. Semoga langkah-langkah di atas dapat menginspirasi dan memotivasi Anda dalam membangun bisnis berdasarkan hobi.

Tantangan dan kesuksesan berada dalam tangan Anda untuk mewujudkan harapan dan cita-cita.


Good Luck

Salam Sukses, 


Setyorini Safitri

Komentar

  1. Cakep tulisan ini. Tipsnya relate sama kondisi pasar hari ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Berinteraksi dengan Difabel