Pasukan Penggerak Pendidikan Inklusif
Hai Ibu Inklusif,
Siapa di sini yang sudah pernah menonton film Taare Zaameen Par?
Siapa di sini yang sudah pernah menonton film Taare Zaameen Par?
Yup, film ini benar-benar mengangkat bagaimana sistem yang masih mengkategorikan dan memisahkan antara anak normal dengan anak yang berkebutuhan khusus di bidang pendidikan. Padahal film ini di rilis tahun 2007 lho, tapi masih relate ya sama kondisi saat ini.
"Menempatkan anak berkebutuhan khusus tingkat ringan, sedang dan berat secara penuh di kelas biasa."
Maksud dari melegakan disini adalah adanya bukti dari usaha dan kepedulian untuk memperbaiki sistem pendidikan untuk menjadi lebih baik lagi dengan pertimbangan-pertimbangan nilai kemanusiaan.
Sebenarnya apasih perbedaan sekolah inklusif, sekolah luar biasa dan sekolah reguler itu?
Next post aku share Hack-hack Accessibility ya.
Oh ya, satu hal lagi yang menurutku perlu diapresiasi dalam diriku adalah... berhasil menekan keinginan egoku untuk menyekolahkan Haufan di sekolah elit yang bilingual, yang dwibahasa, yang STEAM banget, yang IT banget dan yang kece badai.
Aku menempatkan anakku di sekolah yang bisa memfasilitasi ABK untuk belajar juga, karena dengan dia melihat, memahami dan merangkul. Harusnya bisa dengan mudah menjadi anak dengan rasa toleran yang tinggi.
Selamat belajar anak sholih ❣️
#inklusif #disability #lighofpeace #ibuinklusif #temantuli #dislexia #bootcampdutainklusif2023 #zona2 #taarezameenpar
#accesibility #inklusivitas
@ibuinklusif
@indikafoundation
@kamarbelajar.if


Komentar
Posting Komentar