QUALITY MANAGEMENT

Quality Management (Manajemen Mutu)
Apa sih yang dimaksud dengan Manajemen Mutu itu?
Mengapa Manajemen Mutu itu ditetapkan dan diperlukan?
      Quality atau yang sering diartikan dengan Kualitas merupakan kemampuan suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tanpa ada cacat. Sedangkan dari sudut pandang konsumen, kualitas suatu produk atau jasa itu dilihat dari kegunaan dan kualitas produk itu sendiri. Jika dilihat dari sudut pandang produsen, kualitas suatu produk itu adalah bagaimana tampilan dari produk yang dihasilkannya apakah sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
     Manajemen kualitas dapat dikatakan sebagai semua aktivitas dari fungsi manajemen secara keseluruhan yang menentukan kebijaksanaan kualitas, tujuan dan tanggung jawab serta mengimplementasikannya melalui alat-alat manajemen kualitas, seperti perencanaan kualitas, pengendalian kualitas, penjaminan kualitas, dan peningkatan kualitas.
      Mendiskusikan manajemen kualitas dalam  konteks organisasi, maka manajemen kualitas bisa dikatakan merupakan  sekumpulan kegiatan seperti merencanakan kualitas, mengorganisasi kualitas, mengkoordinasi kualitas, mengendalikan dan mengevaluasi kualitas yang dilakukan oleh setiap fungsi manajemen yang ada dalam organisasi untuk meningkatkan kinerja dalam artian kualitas kerja dan hasil kerja.
        Meningkatkan kinerja di sini tidak hanya pada satu kegiatan atau bagian tertentu saja tetapi pada setiap level operasi atau proses dan dalam setiap area kerja fungsional dari suatu organisasi.  Karena manajemen kualitas menyangkut semua kegiatan dari semua orang, semua bagian, semua fungsi yang ada dalam organisasi, maka tanggung jawab terkait manajemen kualitas ada pada semua orang, semua bagian, semua fungsi dari semua level manajemen, tetapi harus dikendalikan oleh manajemen puncak (top management), dan implementasinya harus melibatkan semua anggota organisasi.
        Yang perlu diketahui, meski manajemen kualitas menyangkut sekumpulan kegiatan, tetapi tidak setiap sekumpulan kegiatan dapat dikatakan sebagai manajemen kualitas. Sekumpulan kegiatan baru dapat dikatakan sebagai sekumpulan kegiatan yang berkaitan dengan manajemen kualitas bila Manajemen puncak menjadikan kualitas sebagai bagian dari agenda kerja. Kalau manajemen puncak tidak memasukkan kualitas sebagai bagian dari agenda yang harus diwujudkan, maka apapun yang dilakukan tidak bisa disebut sebagai manajemen kualitas. Bagaimanapun, tidak bisa bila di satu sisi manajemen puncak menginginkan kinerja yang lebih baik untuk semua fungsi dan level di bawahnya, akan tetapi di sisi lain mereka tidak mencantumkan kualitas sebagai sesuatu yang harus dicapai dan dikerjakan. Sekumpulan kegiatan, baru dapat dikatakan sebagai manajemen kualitas bila manajemen puncak menjadikan kualitas sebagai sasaran dalam rencana bisnis dan menjabarkannya dalam sasaran dan rencana tahunan yang tersosialisasi sampai tingkat pengambil tindakan. Dengan demikian program pelatihan, pengukuran kinerja, evaluasi, dan sistem imbalan diselenggaran dalam rangka membangun sistem yang  mendukung semangat peningkatan kualitas.
Sejarah Singkat Manajemen Mutu
1.      Era Tanpa Mutu
Masyarakat tidak punya pilihan, mereka tidak bisa menuntut untuk mendapatkan mutu pelayanan yang lebih baik. Pada masa ini kualitas belum menjadi penilaian, yang penting kebutuhan utama dari suatu bentuk pelayanan sudah terpenuhi.
2.      Era Inspeksi
Produsen mulai mengawasi produk-produk yang mereka hasilkan, yaitu dengan melakukan inspeksi. Inspeksi ini hanya melihat bentuk fisik produk, apakah ada kerusakan atau cacat pada produk. Hanya produk yang bagus tanpa ada cacat yang akan dilepas sampai ke konsumen. Belum ada perhatian terhadap kualitas proses dan sistem untuk merealisasikan produk tersebut.
3.      Era Pengendalian Mutu
manajemen telah mulai memperhatikan pentingnya pendeteksian yaitu dengan cara departemen inspeksi sudah mulai dilengkapi dengan alat dan metode statistik di dalam mendeteksi penyimpangan yang terjadi dalam atribut produk yang dihasilkan dari proses produksi.
4.      Era Jaminan Mutu
mulai dikenal adanya konsep Total Quality Control (TQC) yang diperkenalkan oleh Armand Feigenbaum. Menurutnya, pengendalian dimulai dari perancangan produk dan berakhir saat produk tersebut telah sampai ke tangan konsumen, dan konsumen merasa puas. Armand Feigenbaum menyatakan bahwa kualitas dapat dikelompokkan ke dalam 3 kategori:
·   Pengendalian rancangan baru
·   Pengendalian bahan baku yang baru dating
·   Pengendalian produk
5.      Era Manajemen Terpadu
tahun 1980-an. Total Quality Management (TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa penting bagi pelanggan.
Tujuan dari diterapkan TQM perlu adanya perubahan budaya serta komitmen dari seluruh jajaran mulai pimpinan puncak sampai level terbawah. Agar TQM dapat berkelanjutan maka organisasi harus didukung oleh budaya yang mendukung yang menekankan pada kerja kelompok, pemberdayaan dan partisipasi karyawan, peningkatan terus menerus fokus pada pelanggan serta kepemimpinan yang tepat.
6.      Era Sistem Manajemen Mutu
1943 yaitu pada masa perang dunia II, Hal ini terkait dengan mutu bahan peledak untuk keperluan militer terutama oleh pasukan Inggris. Berdasarkan keadaan tersebut pihak militer Inggris mengembangkan serangkaian standar yang secara umum dapat menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam menyediakan produk bermutu tinggi serta konsisten bagi kepentingan bahan militer .
Unsur – unsur dalam menilai mutu :
1.    Harga yang wajar
2.    Ekonomis
3.    Keawetan
4.    Aman
5.    Mudah digunakan
6.    Mudah dibuat
7.    Mudah dibuang
        Orientasi dari kualitas adalah kepuasan pelanggan yang merupakan tujuan perusahaan atau organisasi yang berorientasi pada kualitas. Dari beberapa definisi terdahulu secara garis besar, kualitas adalah keseluruhan ciri atau karateristik produk atau jasa dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Dengan demikian produk yang kualitas mempunyai nilai subjektivitas yang tinggi antara satu konsumen dengan konsumen lain sehingga dimensi kualitas berbeda satu dari yang lain. Kualitas produk atau jasa akan dapat diwujudkan bila seluruh kegiatan perusahaan atau organisasi berorientasi pada kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction).
     Kualitas memiliki dua perspektif, yaitu perspektif produsen dan perspektif konsumen, di mana bila kedua hal tersebut disatukan maka akan dapat tercapai kesesuaian antara kedua sisi tersebut
yang dikenal sebagai kesesuaianuntuk digunakan oleh konsumen (Fitness for Consumer Use), (Russel, 1996)..
Syarat syarat pelaksanaan TQM dalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut.
  1. Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan perbaikan mutu produk dan pelayanan sehingga dapat memuaskan para pelanggan.
  2. Memberikan kepuasan kepada pemilik, pemasok, karyawan, dan para pemegang saham.
  3.  Memiliki wawasan jauh ke depan dalam mencari laba dan memberikan kepuasan.
  4. Fokus utama ditujukan pada proses, baru menyusul hasil.
  5. Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan mutu.
  6. Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan aktif memotivasi karyawan bukan dengan cara otoriter sehingga diperoleh suasana kondusif bagi lahirnya ide-ide baru.
  7. Rela memberikan ganjaran, pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf bagi yang belum berhasil/berbuat salah.
  8. Setiap keputusan harus berdasarkan pada data, baru berdasarkan pengalaman/ pendapat.
  9. Setiap langkah kegiatan harus selalu terukur jelas sehingga pengawasan lebih mudah
  10. Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya peningkatan mutu

Dimensi kualitas untuk industri manufaktur (Garvin, 1996), meliputi:
·         Performance: kesesuaian produk dengan fungsi utama produk itu sendiri
·         Feature: ciri khas produk yang membedakan dari produk lain
·         Reliability: kepercayaan pelanggan terhadap produk karena kehandalannya atau karena kemungkinan kerusakan yang rendah.
·   Conformance: kesesuaian produk dengan syarat, ukuran, karakteristik desain, dan operasi yang ditetapkan
·         Durability: tingkat ketahanan/awet produk atau lama umur produk.
·         Serviceability, yaitu kemudahan perbaikan atau ketersediaan komponen produk
·         Aesthetic: keindahan atau daya tarik produk.
·         Perception: fanatisme konsumen akan merek suatu produk tertentu karena citra atau reputasinya.
Manfaat TQM bagi pelanggan :
·         Berkurangnya resiko memiliki masalah dengan produk atau pelayanan.
·         Pelanggan mendapatkan perhatian yang lebih.
·         Terjaminnya kepuasan pelanggan.
Adanya perubahan kualitas produk dan pelayanan
·         Staf akan lebih termotivasi untuk bersaing meningkatkan kualitas
·         Akan lebih produktif
·         Penurunan biaya
·         Menurunnya produk yang mengalami defect
·         Permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat.
Manfaat TQM bagi staf Organisasi :
·         Pemberdayaan
·         Lebih mempunyai kapabilitas dan memiliki skill yang berkualitas
·         Diharagai dan diakui kinerjannya
Manfaat lain dari implementasi TQM yang mungkin dapat dirasakan oleh institusi di masa yang akan datang:
·         Menciptakan intuisi sebagai motivator bukan follower
·         Membantu terbentuknya tim work
·         Membuat institusi peka terhadap kebutuhan pelanggan
·         Membuat institusi lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan seiring perkembangan
·         Hubungan antara staf departemen yang berbeda lebih mudah
Ada beberapa konsep program TQM yang efektif dalam penerapannya, hal tersebut adalah :
  1. Perbaikan berkesinambungan
  2. Six Sigma
  3. Pemberdayaan pekerja
  4. Benchmarking
  5. Just-in-time (JIT)
  6. Konsep Taguchi
  7. Pengetahuan perangkat TQM
Hal tersebut dapat diterapkan dalam sebuah perusahaan atau organisasi, mengingat TQM pada masa kini memiliki peran yang cukup besar.

SUMBER LINK :
Aulia Sjifa, 2012, Accesed from http://ampundeh.wordpress.com/2012/09/23/manajemen-kualitas-quality-management/, 27 April 2015

Zulkarnain Joni, 2009, Accesed from http://jonizulkarnain.wordpress.com/total-quality-management/, 27 April  2015

Ichwanfile, 2011, Accesed from http://ichwanfile.wordpress.com/2010/11/19/definisi-unsur-prinsip-manfaat-program-total-quality-management-tqm/, 27  April 2015


  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Berinteraksi dengan Difabel