Arti tetesan air mata ku

Awalnya hanya sebuah nama dideretan kontak... Awalnya hanya sebuah chat pengingat untuk sholat istikharah... Awalnya hanya pertemuan tanpa tatapan mata yang lama... Awalnya hanya......kalau ku teruskan mungkin tak cukup halaman ini.. Ketika kata HANYA berubah menjadi SESUATU yang aku sendiripun tak tahu apa namanya. Sesuatu yang aku sendiripun ragu untuk menamainya. Sesuatu yang dianggap hanya sebuah rasa kosong tanpa arti. Sesuatu yang mampu menggelitik pusara mimpiku.
Sesuatu yang sampai pada akhirnya membuat air mataku terjatuh dan membuatku mengadu padaaNya sang pencipta malam dan siang. Masih kuingat betapa aku gundah di malam itu karena sebuah pernyataan "kasih sayang" yang keluar dari pemilik salah satu nama di kontak whatsapp ku. Di mulai dari saat itu aku terus meminta, mengadu, memohon sebuah jawab atas apa yang aku rasakan juga. Sampai pada akhirnya di sepertiga malamku aku yakin bahwa ini Cinta. Alah naif.... mungkin beberapa akan berkata begitu tapi sadarkah bahwa Allah Maha pembolak-balik hati? Maha besar sehingga mampu menghadirkan yang tiada menjadi ada? ya aku jatuh cinta. Jatuh cinta pada dia yang sebelumnya tak ada dalam hidupku. Pada dia yang hanya seorang manusia biasa sama seperti aku.

Dia... si pemilik suara itu, pemilik tawa yang mampu membuatku kecanduan, pemilik senyum paling menenangkan yang aku pernah lihat telah membuat aku jatuh cinta. Darinya aku belajar bagaimana harus bersikap tenang, belajar bagaimana mengatur amarahku, dia yang aku ingin kehadirannya saat suka dan dukaku. Dia yang berani berkata "Kamu mau jadi istriku?", dia yang akhirnya membuat keinginan lamaku untuk menikah muncul kembali.

"aku mau tapi ,tahukah kamu Mas, Aku adalah si sulung dari tiga bersaudara yang memiliki begitu banyak impian untuk membangun masa depanku yang jauh lebih baik. Hidup yang didampingi ibu super luar biasa yang selalu ada kala suka dan duka ku yang bahkan rela menukarkan nyawanya demi membuat anaknya bahagia." Ungkapku padanya malam itu. Ia tersenyum matanya menangkap raut mataku yang bahagia namun ada keraguan disana ragu bahwa ia tak akan mendukungku.
"Menikah bukan berarti kamu tidak bisa mewujudkan mimpi-mimpimu sayang.. Aku pun sama aku miliki begitu banyak mimpi.. Aku butuh seseorang yang mau berjalan bersamaku untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu.." hanya senyum yang bisa ku berikan padanya malam itu seraya hati ini berdoa "jikalah itu benar maka yakinkan hati ini ya Rabb"
Tidak hanya satu hari aku habiskan hanya untuk sekedar berdiskusi ataupun tertawa bersamanya. Banyak hari dan waktu bahkan untuk dalam keadaan macet itu tak lagi soal. bukan karena bersama siapa tapi selalu ada hal yang bisa dibicarakan ditengah kemacetan. ya.. Termasuk rencanaku untuk memperkenalkannya pada Ibuku.
Pertemuan pertamapun terjadi, Aku tak pernah lihat senyum itu di wajah ibuku. Suasana jadi begituu sngat nyaman dan menenangkan. Lagi.. kuhaturkan syukur padaNya mengapa? Ibuku adalah sosok ibu yang tidak hanya kuat untuk mengurus kedua anaknya namun juga keras pendiriannya sekali ia berkata tidak suka selamanya akan begitu. Lewat senyum itu aku tahu ibuku menerima kehadirannya di sampingku.
"Kapan aku harus memintamu pada ibumu sayang?" Pertanyaan itu akhirnya datang "Maksudmu mas?" tanyaku polos padahal aku tahu arahnya kemana ia ingin segera menghalalkan hubungan ini. "Aku mau kita halal sayang. sama-sama meraih Ridho-Nya" jawabnya setiap kata yang keluar dari mulutnya seprti sebuah titah untukku tapi apakah secepat itu? Apa iya aku gegabah? Apa iya aku langsung mengiyakan? Tidak. Lagi...dilema itu menderaku sama seperti pertama kali aku merasakan rasa ini rasa yang akhirnya akan berujung di pelaminan.
Kembali aku mengadu padaNya, meminta yang terbaik dariNya, meminta bimbinganNya untuk memberikan jawaban pada Mas agar tak membuatnya menunggu lama dan kemudian sakit karena sakitnya akan membuatku jauh lebih sakit. Aku meminta tidak hanya satu kali, dua kali, namun berkali-kali sampai pada akhirnya mimpi itu datang.. Ya aku bermimpi kami duduk bersama di pelaminan dengan raut wajah yang bahagia khas seorang pengantin.
Di mulai dari malam itu aku selalu membawa namanya disetiap hela doaku disetiap sujudku. aku tak mau terlena dan melupakan adanya Allah yang sudah menganugrahkan cinta ini dihatku dan mas.
Aku mulai melangkah dengan ringan. Kembali melakukan semuanya selalu atas nama Allah hanya berharap Ridho-Nya tak ada yang lain. Selalu terselip namanya dan keinginanku dalam setiap sujud wajib dan sunnahku. Awalnya tak ada yang tak beres semua berjalan dijalur yang sduah kami buat sampai....
Ya cobaan untuk orang yang mau menikah kata Mas. Penolakkan besar terjadi dan datang dari orang yang juga dekat denganku. Suaranya yang lantang mampu mendobrak ketenangan hatiku hingga hanya istighfar yang menyertainya ketika aku megingatnya, suara yang mampu merubah senyum sebelum tidurku menjadi sebuah tangisan tiap malam termasuk malam ini.....
Tak henti di tiap sujud dan zikirku Aku terus berkata dalam hatiku "Ya rabb jika keputusan yang sudah aku ambil ini salah dimatamu maka tunjukanlah yang benar karena hanya Engkaulah yang tahu segalanya.. namun jika apa yang sudah kuputuskan benar dimatamu kuatkanlah aku dan mas ya Rabb.. Kuatkanlah kami untuk melewati ini semua...Lunakkanlah hati beliau dan jauhkanlah beliau dari penyakit hati ya Rabb.. hanya Engkaulah Maha Pembolak Balik Hati..."
Di tetesan air mata terakhir ini aku berdoa Semoga Aku dan Mas mampu melewati semua ini karena kami tidak sendiri Allah akan selalu bersama kami...
Aamiin Ya Rabbal Alamin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Berinteraksi dengan Difabel