CINTA DIAM DIAM
Mengalun, mendayu, merdu suara musik yang
ku putar waktu itu. Kita berjanji ketika sore nanti pulang sekolah, kita
bertemu untuk yang pertama kalinya.
Aku mengenalmu dua
tahun lamanya, sebatas teman dan hanya foto yang bisa di lihat seperti apa
dirimu disana. Kita belum pernah bertemu tapi sudah berani berjanji, berjanji
saling menjaga hati.
Hujan turun ketika aku hendak ketempat kita
janji untuk bertemu, terpaksa kita saling menunggu untuk berhentinya hujan
waktu itu, hingga malam.
Mengenalmu awalnya
hanya lewat sebuah perkenalan yang tidak di sengaja, perkenalan yang seharusnya
tidak pernah terjadi. Perkenalan disaat kita terikat oleh orang lain.
Malam semakin larut, tapi ternyata hujan
semakin bersahabat, pesan mu bilang kita bahwa rencana kita akan tetap
berjalan, untuk bertemu malam itu.
Terikatnya kita dengan
orang lain, tidak membuat hubungan yang terjalin dengan mu menjauh, justru karena pasangan mu adalah saudara
pasangan ku, kita semakin mengenal dan semakin nyaman. Saat aku butuh dirinya,
selalu kamu yang menggantikannya.
Akhirnya kami jadi bertemu juga ya, kau
lebih indah dari yang aku bayangkan, makan bersama, bercanda, bergurau dan
tertawa mengisi malam jumpa pertama kita.
Singkat kata yang kau kirimkan pada ku,
melebihi singkat kata yang dikirimkan olehnya untuk ku, kau begitu perhatian,
penuh kasih dan cinta.
Sempat beberapa kali
mata kita bertemu, lucu rasanya. Terlebih saat kau genggam tangan ini, berdosa
rasanya kita melakukan ini disaat kita menjalin dan memiliki status dimiliki
orang satu sama lain.
Entah bagaimana awalnya, saat pesan singkat
yang kau tujukan memiliki arti lain. Mempertanyakan hubungan ku dengan dirinya,
mempertanyakan hubungan mu dengan dengannya dan juga hubungan mu dengan ku.
Kita memutuskan untuk
tetap menyimpan perasaan satu sama lain, perasaan yang sama, perasaan yang
tidak boleh ada, perasaan cinta.
Hubungan mu dengan ku berubah sejak kita
merasa nyaman, hubungan diam-diam ini menorehkan rasa bersalah saat aku bersama
dirinya, dingin, tidak lagi memperdulikannya sejak aku mulai berhubungan dengan
mu. Ini salah, kesalahan ku.
Berakhirnya hubungan diam-diam ini adalah topik utama
yang harus kita bicarakan malam ini, tujuan pertemuan ini bukan untuk memulai
sesuatu yang salah sejak awal, melainkan untuk mengakhirinya. Memberi peringatan
dan pelajaran sebelum jauh aku mencintaimu, mencoba belajar setia, hilangnya
janji yang pernah terucap itu mungkin tidak semudah aku menghilangkan cinta
diam-diam ku ini bersama mu.
Komentar
Posting Komentar