KETIKA ANGEL BERTANYA TENTANG CINTA

KETIKA ANGEL BERTANYA
DAN
MEMBERI SARAN TENTANG CINTA
Setyorini s
Angel           : Hei kau !
Me               : Hei, ada apa?
Angel           : kamu percaya cinta?
Me               : cinta? Love? Ya, tentu saja saya percaya.
Angel           : apa yang kamu ketahui tentang dia?
Me               : yang aku tahuuu...cintaaaa adalah sesuatu yang tidak pernah membiarkan ku tersenyum palsu, dia selalu memberikan dan menciptakan senyuman dari hati. Lantas mengapa?
Angel           : kau benar...
Me               : memangnya apa yang kamu ketahui tentang cinta?
Angel           : tak banyak, yang pasti, satu....dia indah.
Me               : ya, kau juga benar.
Angel           : kamu tahu siapa aku?
Me               : tak tahu banyak, yang pastiii kau adalah teman yang terus menerus membuatku berfikir positif. Kamu tahu siapa aku?
Angel           : tak tahu banyak juga, yang pasti aku tahu bahwa kamu itu jauh sekali.
Me               : jauh? Maksudnya?
Angel           : jauh dari yang namanya CINTA !
Me               : (diam)
                     Kau benar, aku memang jauh dari kata CINTA, tapi aku senang, aku menikmati kesibukanku, oleh karena itu aku meletakkan CINTA di urutan paling terakhir dalam kepentingan hidupku, karena masih banyak yang harus diperjuangkan selain hanya cintaaaa...cintaaa..dan cintaaa.
Angel           : luar biasa, kau membohongi diri sendiri, benar-benar orang yang suka berdramatisir.
Me               : sungguh, aku tidak suka berdramatisir dalam arti lebih, aku hanya berdramatisir untuk menutupi kesedihan saja.
Angel           : hanya kesedihan?
Me               : ya kesedihan, mungkin mendramatisir untuk kepusingan dan rasa strees ku juga. Hahaha
Angel           : BOHONG ! kau juga merasakan kesepian. Iya kan?
Me               : kesepian? Kesepian darimana? Aku rasa aku memiliki lebih dari seribu teman, apa yang harus disepikan?
Angel           : GREAT ! seribu teman, akan kah seribu teman mu itu merasakan cinta ketika di sekeliling mu?
Me               : entahlah, mungkin ada beberapa, mungkin ada juga yang tidak. yang pasti untuk saat ini, aku hanya berusaha untuk menjadi orang yang tidak merugikan mereka, dan tentu saja berusaha untuk menjadi orang yang mereka cintai.
Angel           : pahamkah engkau dengan maksud ku, maksud lain ku untuk konteks cinta?
Me               : tidak, maksud lain mu?
Angel           : berhentilaaaah ! kau sudah cukup dewasa.
Me               : aku paham.
Angel           : iya kau paham, dan aku pun paham, hanya satu kan?
Me               : iya, hanya satu, satu nama !
Angel           : BODOH ! nama itu lagi? Mengapa hanya nama itu?
Me               : karena memang hanya nama itu, nama itu lagi dan lagi yang muncul....
Angel           : mengenaskan.
Me               : memang !
Angel           : saatnya pergi dari nama itu, kau tidak bisa berlama-lama mengimpikannya.
Me               : ini urusan ku, kau boleh membuatku berfikir seribu kali atas semua kegiatan ku yang lain, tapi tidak untuknya.
Angel           : bermimpi, wanita pemimpi.
Me               : tidak kah kau sadar? Aku hanya mengikuti saran mu untuk terus bermimpi setinggi mungkin. Kau bilang Tuhan ku sangat senang dengan orang yang terlahir dari mimpi?
Angel           : Tuhan memang senang dengan orang yang memiliki mimpi yang baik, terlebih jika ia berusaha untuk mewujudkannya.
Me               : lantas, apa masalahnya?
Angel           : kau buta, kau bisu, kau pejuang yang salah. Tahukah kau dimana dia? Tahukah kau kalau dia memiliki nama lain dihati dan pikirannya yang belum tentu nama mu? Apa usaha mu?
Me               : mungkin. Aku tidak pernah mengusahakan lebih dari apa yang aku usahakan dari yang sebelum-sebelum nya aku usahakan.
Angel           : tak perlu lah, usaha mu juga akan berdalih sia-sia.
Me               : beraninya kau !
Angel           : aku hanya berusaha mengingatkan. Mungkin dengan hadirnya nama baru, kamu bisa belajar banyak, lebih dari yang nama itu ajarkan. Pribadi lain punya cerita yang lain juga. Mungkin dia yang lain bisa meng-hadirkan senyuman mu yang dari hati, jika semuanya memaksamu untuk tersenyum palsu? Seperti yang kamu bilang tadi, Iya kan?
Me               : entahlah, rasanya sulit.
Angel           : jawablah IYA !
Me               : IYA ! IYA aku sulit !
Angel           : Huh, semua memang sudah di tentukan Tuhan sobat, tapi untuk mencari yang terbaik pun kita yang berusaha, banyak diluar sana yang tentunya saja “seribu teman” mu itu yang mampu menuliskan namanya dihati mu sebagai penggantinya.
Me               : Nah, itu dia, mencari yang terbaik, itu ituuu itu kesulitan ku. Aku tidak ingin merusak apa yang aku peroleh hanya dengan salah nama !
Angel           : no body is perfect ! kau yakin nama itu baik?
Me               : we must to try be perfect ! mungkin..
Angel           : susah sekali. Apa yang kamu idamkan darinya, hah?
                     Memilikinya saja belum, ironis sekali.
Me               : justru itulah ironisnya, aku belum pernah memilikinya, tapi dia sudah seperti aku miliki, dia sudah mengajarkan banyak !
Angel           : belum tentu dia merasa dimiliki, hahaha, mengajarkan? Iya dia mengajarkan mu, mengajarkan bagaimana cara menunggu yang baik, dan bagaimana sakitnya kehilangan. Hahaha
Me               : tenang lah ! Hey, aku masih menganggap mu sebagai pikiran positif, tapi kalau kau masih membicarakn ini, aku akan memanggilmu dan memposisikan mu sebagai pikiran negatif.
Angel           : dengan senang hati, jika memang pikiran negatif mu, mampu menghapus namanya, pikirlah senegatif mungkin, tentangnya !
Me               : bukan dia yang harus aku pikirkan negatif, tapi kau !
Angel           : mana bisa? Aku yang selalu mengingatkan mu akan hal yang baik.
Me               : kalau begitu berhenti laaah, menyuruhku untuk hal yang satu ini. Karena menurut ku, kau tidak baik menyuruh seperti ini !
Angel           : baik, oke ! tapi beri aku kesimpulan yang memang itu menjadi pegangan untuk mu, dan beri aku keyakinan untuk menghentikan pemaksaan terhadap mu ini?
Me               : aku.......................MENCINTAINYA !
Angel           : (diam)
Me               : hanya itu yang terbaik yang dapat aku pikirkan saat ini. Mungkin bisa berubah, jika memang takdir Tuhan yang indah menunjukannya nanti, Doa kan saja ya, agar semua mimpi ku tercapai, agar semua yang aku cita-cita kan untuk hidup ku kelak berakhir bahagia dari buah kesabaran dan keuletan yang aku lakukan.
Angel           : (tersenyum) amin...
Me               : (tersenyum) amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Berinteraksi dengan Difabel