KERINGATNYA ADALAH EMAS

Cucuran Keringat Membasahi Kerahnya Desahan dan Sesak Menyeruak didalam dada Mengemis Sepanjang Kota Terbayang Wajah keluarga Ayah, Ayah ku mohon Suara lirih nan penuh harapan menuntut Ayah membawa sepotong emas menuntut Ayah untuk terus tersengat panasnya sang mentari Ayah, bangun lah apa jadinya aku tanpa keringat mu bangun Ayah, bangun jangan pernah kau berikan aku sepotong kain putih ampun Ayah demi aku kau sampai terlelap terlelap dalam tuntutan ku terlelap dalam kubur mu sadarkah aku? akan potongan emas yang ku mau lebih hina dari potongan emas yang ku mau terima kasih janji mu begitu nyata untuk ku By : Setyorini Safitri (tugas Ujian Praktikum puisi, Bahasa Indonesia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Berinteraksi dengan Difabel